Made Adi Wibawa Bawa Narada Lakukan Beragam Aksi Nyata di Masyarakat

Made Adi Wibawa Bawa Narada Lakukan Beragam Aksi Nyata di Masyarakat

Selasa, 29 Oktober 2019, 13.51

Made Adi Wibawa Bawa Narada Lakukan Beragam Aksi Nyata di Masyarakat

Presiden Komisaris Narada Aset Manajemen, Made Adi Wibawa melakukan beragam aksi nyata bersama jajarannya untuk mengedukasi masyarakat mengenai investasi, khususnya reksadana. 

Salah satu kegiatannya adalah mengeluarkan program edukasi untuk millenial dengan topik investasi di reksadana. Melalui perusahaannya Narada Aset Manajemen, Made Adi Wibawa memberikan dukung penuh untuk kegiatan yang diadakan jajarannya melalui acara Tomorrow Today Fun(d) Festival yang tahun 2018 lalu sukses digelar di Jakarta.

Menurut Made Adi Wibawa, negara yang memiliki populasi besar seperti Indonesia memiliki kesempatan untuk maju jika masyarakatnya melek berinvestasi. Untuk itu, pihaknya merasa bahwa investasi itu harus terus di kumandangkan ke masyarakat oleh aset management bersama-sama sehingga makin banyak yang berinvestasi.

Dikala ini kalangan millenial- sebutan buat para generasi muda masa 2000- an ialah segmen umur yang sangat potensial buat diajak memikirkan masa depan. Diharapkan dengan bimbingan yang pas, kelompok umur ini hendak mulai mempersiapkan masa depannya dengan lebih terencana serta didukung oleh kemandirian ekonomi melalui investasi semenjak dini.

Pada kegiatan Tomorrow Today Fun( d) Festival Desember 2018 silam, Narada Aset Manajemen menerima penghargaan MURI atas prestasinya yang sudah sukses mengajak serta mengumpulkan ribuan pendaftar reksadana dalam satu hari, spesialnya para milenial, dari banyak kota di Indonesia serta apalagi dari luar negara.

Penghargaan dikasih oleh Founder serta Pimpinan Universal MURI, Ayah Jaya Suprana serta diterima oleh Presiden Direktur Narada Peninggalan Manajemen, Oktavian Dondi serta disaksikan oleh 3 perwakilan generasi milenial sukses, Founder Kopi Kenangan- Edward Tirtanata, Founder Si Pisang- Kaesang Pengarep, CMO Fabelio- Aditya Jamaludin yang pula mempunyai visi yang sama buat mengajak kalangan milenial mulai berinvestasi.

Presiden Direktur PT Narada Peninggalan Manajemen, Oktavian Dondi berkata,“ Penerimaan MURI di kegiatan Tomorrow Today ini ialah titik dini untuk Narada buat mengajak warga spesialnya generasi milenial buat mulai memikirkan masa depan dari saat ini serta berinvestasi salah satunya dengan reksadana.

Investasi reksadana bukan sesuatu yang susah dicoba. Saat ini, tiap orang dapat mengawali investasi reksadana dengan dana yang terjangkau cuma dengan 10 ribu rupiah saja, tetapi dapat memperoleh hasil investasi yang sama seperti nasabah prioritas.”

Lebih lanjut Oktavian Dondi meningkatkan,“ Oleh sebab itu di hari yang sama pula kami pula menghadirkan hastag kami ialah:#InvestasiBukanPunyaOrangKayaSaja,#InvestasiPunyaSemuaOrang.

Dengan harapan ini hendak merubah paradigma warga universal yang berpikir sebelumnya investasi buat orang kaya saja tetapi jadi Investasi kepunyaan seluruh orang.

Sehingga hendak menggerakkan orang banyak buat mulai berinvestasi.”

Bagaikan langkah dini dari inisiatif ini, merupakan tingkatkan awareness menimpa berartinya investasi semenjak dini untuk milenial, PT Narada Aset Manajemen bersama dengan Sorak Gemilang Entertainment (SGE) bekerja sama mengadakan Tomorrow Today Fun (d) Festival– kegiatan bimbingan finansial yang dikemas dengan musik serta art.

Narada Aset Manajemen memandang butuh buat senantiasa fokus serta berorientasi pada jangka panjang dengan mulai mengedukasi market yang lumayan potensial semacam kalangan umur anak muda sampai berusia. Karena bagi informasi BPS pada 2018, jumlah generasi millenial berumur 20- 35 tahun menggapai 63, 4 juta jiwa dari 179, 1 juta jiwa umur produktif. Inilah bonus demografi Indonesia dimana pada 2030 nanti diperkirakan 70% penduduk Indonesia masuk dalam jenis umur produktif.

Bila investasi dapat dikenalkan semenjak dini, hingga kemampuan ke depannya ekonomi warga Indonesia hendak lebih terencana paling utama dengan kian tingginya literasi ekonomi di warga. Buat seperti itu, Narada Aset Manajemen merancang buat terus mengawal program bimbingan investasi reksadana ini supaya strategi industri dapat dicapai dengan optimal sekalian dapat turut berkontribusi pada pembelajaran ekonomi warga Indonesia.


Made Adi Wibawa: Investasi Bukan Memiliki Orang Kaya Saja


Tidak salah bila Narada Aset Manajemen, industri yang bergerak di zona manajemen investasi, mengkampanyekan slogan" Investasi Bukan Memiliki Orang Kaya Saja". Karena dikala ini Narada Aset Manajemen menawarkan bahan- bahan investasi spesialnya reksadana yang dapat didapatkan oleh segala susunan warga dari bermacam golongan mulai dari 10 ribu rupiah saja.

Bagi Komisaris Utama Narada Aset Manajemen, Made Adi Wibawa, kampanye yang dicoba oleh Narada ini merupakan suatu upaya buat mengajak segala warga supaya lebih siuman hendak berartinya berinvestasi. Bidikan paling tinggi dari program ini merupakan generasi millenial yang populasinya bagaikan umur produktif diprediksi hendak menggapai 70% pada 2030 mendatang (sumber: BPS).

Bimbingan kepada kelompok millenial dibutuhkan supaya mereka dapat lebih bijak dalam mengelola keuangan mereka, dimana ke depannya perihal ini hendak berakibat lumayan signifikan dikala mereka merambah umur produktif dimana perencanaan serta pengelolaan keuangan jadi sangat berarti.

Sepanjang ini, orang berpikiran kalau terminologi Investasi cuma jadi kepunyaan orang yang berduit semata. Saat ini cuma dengan 10 ribu rupiah saja, seluruh orang dapat berinvestasi.

Lebih lanjut Made Adi Wibawa berkata, Revolusi Industry 4. 0 sudah mengganti metode bertransaksi, dari off line ke online transaction, tercantum di industri financial. Salah satunya merupakan sikap berinvestasi. Tengoklah, bertransaksi dampak ataupun Reksa Dana bisa dicoba secara online.

Narada Asset Management memandang tantangan ini bagaikan kesempatan buat membentuk suatu resep yang bisa menolong investor dalam berinvestasi, sekalian bertransformasi mengalami masa industry 4. 0.

Tidak hanya itu, Narada pula bekerja sama dengan Regu Pengurus PKK Kotamadya Jakarta

Barat serta QM Finansial mengadakan program literasi keuangan yang dikemas spesial buat serta dari perspektif wanita bagaikan manager investasi keluarga. Bagi Made Adi Wibawa, Narada Aset Manajemen mulai berupaya melaksanakan investasi ke para wanita sebab wanita memegang peranan berarti dikeluarga serta area dekat.

Tidak hanya itu, aktivitas ini pula ialah bentuk nyata Narada Aset Manajemen buat ikut aktif dalam program literasi serta inklusi keuangan yang jadi prioritas OJK, spesialnya buat para wanita bagaikan pengelola keuangan keluarga serta critical economic players di lanskap ekonomi nasional.

" Peranan wanita begitu luar biasa serta bermacam- macam. Mulai dari manajer keuangan di keluarga, bagaikan enterprenuer, sampai jadi pemimpin di suatu industri. Seluruhnya wajib dimulai dari pengetahuan hendak pengelolaan keuangan yang baik. Seperti itu alibi kami menginisiasi Pelatihan Bunda Pintar Keuangan,” ucap Oktavian Dondi, CEO Narada Peninggalan Manajemen.

Hingga, slogan Investasi Bukan Memiliki Orang Kaya Saja tidak lagi hanya suatu slogan semata. Langkah nyata dicoba oleh Narada Peninggalan Manajemen dengan menggalang bermacam program yang mendekatkan antara warga dengan Investasi spesialnya Investasi Reksadana.

Made Adi Wibawa Bawa Narada Lakukan Beragam Aksi Nyata di Masyarakat



Kalangan wanita, spesialnya ibu-ibu, mempunyai kedudukan yang lumayan berarti dalam keluarga serta area. Karenanya, berarti pula untuk kalangan ibu-ibu buat mempunyai literasi keuangan serta investasi yang mencukupi. Perihal ini disadari seluruhnya oleh industri investasi terkemuka di Indonesia, Narada Peninggalan Manajemen.

Bagi Presiden Komisarisnya, Made Adi Wibawa, Narada mulai berupaya melaksanakan investasi ke para wanita sebab wanita memegang peranan berarti dikeluarga serta area dekat. Salah satu aktivitas yang sudah diawali merupakan dengan bekerja sama dengan Regu Pengurus PKK Kotamadya Jakarta Barat serta QM Finansial mengadakan program literasi keuangan yang dikemas spesial buat serta dari perspektif wanita bagaikan manager investasi keluarga.

Aktivitas bertemakan" Pelatihan Bunda Pintar Keuangan" tersebut diadakan sejauh Agustus- September 2019 silam. Tujuan kegiatan tersebut merupakan buat menghasilkan duta- duta investasi serta literasi keuangan hingga ke tingkatan RW dimana keberhasilan program hendak dinilai dalam suatu kompetisi dimana tiap kader PKK harus menyebarkan modul tentang pengelolaan keuangan minimun 1 kali ke sangat sedikit ke 10 orang setelah itu hendak ditutup dengan Lomba Pintar Teliti di akhir periode.

Dikala ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah gencar menggandeng pelakon usaha jasa keuangan buat mendesak literasi serta inklusi keuangan yang bertujuan tingkatkan uraian warga Indonesia tentang dasar- dasar pengelolaan keuangan serta berartinya pengelolaan keuangan yang baik.

Sampai akhir tahun 2019, pemerintah menargetkan tingkatan inklusi keuangan di warga menggapai 75%. Sasaran tersebut jadi bagian dari Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor. 82 Tahun 2016.

Literasi serta inklusi ini mencakup berartinya menabung serta berinvestasi, pengenalan bermacam produk serta instrumen keuangan, pula memahami resiko serta imbal hasil produk keuangan, sampai literasi hak- hak konsumen. Bagi OJK, pengetahuan yang baik tentang keuangan jadi kunci kenaikan kesejahteraan warga secara makro serta dalam jangka panjang bisa menggerakkan roda perekonomian nasional.

Bagi survei nasional OJK di tahun 2016 tingkatan literasi serta inklusi wanita Indonesia cuma menggapai 22,5% serta 66,2%, lebih rendah dibanding dengan tingkatan literasi serta inklusi pria di angka 33,2% serta 69,6%.

Tadinya, Anggota Dewan Komisioner Bidang Literasi serta Proteksi OJK, Tirta Segara berkata kalau literasi serta inklusi keuangan di golongan wanita wajib terus ditingkatkan sebab wanita mempunyai kedudukan berarti (critical economic players) bagaikan pihak yang memastikan prioritas serta mengelola keuangan keluarga.

Made Adi Wibawa meningkatkan, kalau program ini merupakan program jangka panjang yang hendak dicoba secara berkesinambungan oleh perusahaannya.

" Kita awali di Jakarta Barat, selanjutnya kami berencana buat mengadakan pelatihan seragam di daerah Jakarta yang lain. Visi kami, roadshow pelatihan Bunda Pintar Keuangan dari Narada Peninggalan Manajemen ini bisa menjangkau lebih banyak wanita Indonesia," tambahnya.

Pimpinan TP PKK Kotamadya Jakarta Barat, Inad Luciawaty Rustam yang muncul dalam aktivitas tersebut menuturkan kalau benar wanita merupakan manajer investasi di tingkatan kelompok warga terkecil, ialah keluarga sehingga peranannya amat berarti buat membenarkan kesinambungan keuangan yang pastinya hendak berakibat pada kesejahteraan keluarga.

"Kalangan ibu-ibu sangat luar biasa. Pengelola keuangan andal keluarga mulai dari hal- hal yang sangat simpel semacam menu santapan serta budget belanja ke pasar, literasi buat kanak-kanak, mengendalikan cicilan-cicilan buat keperluan rumah tangga, sampai investasi yang lebih besar." Ucap Inad

Dia berkata kalau grupnya amat bahagia bisa bekerja sama dengan Narada Peninggalan Manajemen dalam menyelenggarakan program literasi serta inklusi buat ibu- ibu PKK Jakarta Barat. Besar harapannya supaya ilmu yang diperoleh bisa berguna lebih luas di komunitas PKK Jakarta Barat serta di wilayah- wilayah lain di Jakarta serta Indonesia.

" Terima kasih buat Narada sebab hari ini kita difasilitasi buat mendapatkan ilmu yang luar biasa yang hendak menolong kita buat mengelola keuangan, baik itu di keluarga ataupun buat usaha ibu- ibu sekaligus dengan lebih andal serta baik." tutup Inad yang pula ialah istri dari Walikota Jakarta Barat, Rustam Effendi.



Narada Memasang Target 1000 Investor Baru Per Bulan.


Industri Manajer Investasi Narada Asset Management menargetkan dapat mencapai 1.000 investor baru tiap bulannya melalui produk reksa dana terkini mereka ialah Narada Milenesia Cash Fund.

Produk Reksadana Pasar Duit diyakini lumayan setimpal untuk investor baru ataupun pendatang baru yang belum sempat berinvestasi tadinya, paling utama buat investasi jangka pendek.

Bagi Komisaris Utama Narada Aset Manajemen, Made Adi Wibawa, Investasi wajib terus di kumandangkan ke warga oleh Aset management bersama- sama sehingga kian banyak yang berinvestasi.

" Kami targetkan 1.000 investor masing- masing bulannya buat produk ini. Serta target utamanya memanglah milenial yang baru awal kali berupaya investasi," ucapnya di Jakarta.

Alasannya, reksa dana Pasar Duit merupakan reksadana dengan tingkatan resiko sangat rendah dibandingkan dengan tipe reksadana yang lain tetapi senantiasa membagikan imbal hasil yang lebih besar dibandingkan dengan deposito.

Bagi CEO Narada Aset Manajemen Oktavian Dondi, sepanjang ini investor di Narada memanglah pula mayoritas retail dibanding industri, dengan perbandingan 90 persen retail serta 10 persen industri. Sebab itu, ia optimistis sasaran tersebut tercapai dengan mengandalkan penjualan ritel, terlebih reksa dana ini cenderung nilai investasinya lumayan rendah.

Reksa dana Pasar Duit bukan ialah objek pajak sehingga tidak terdapat pemotongan bayaran. Investasi di Reksadana Pasar Duit bisa diawali dari jumlah yang kecil ialah Rp 10.000, 00. Tidak terdapat perbandingan return antara mulai dengan jumlah kecil ataupun besar. Reksadana Pasar Duit pula sangat fleksibel dimana dana bisa diambil sewaktu- waktu tanpa terdapat tenor ataupun jangka waktu.

Lebih lanjut Made Adi Wibawa berkata, grupnya menempuh banyak aktivitas yang bersinergi dengan aktivitas yang lain. Salah satunya merupakan melalui sinergi bersama Sorak Gemilang Entertainment (SGE) yang mengadakan pameran instalasi seni digital berjudul TeamLab Future Park yang diadakan di Gandaria City, Jakarta. Narada sediakan financial booth di zona teamLab Future Park serta warga bisa mengawali investasi Narada Milenesia Cash Fund di financial booth tersebut.

" Aktivitas ini ialah bagian dari komitmen kami buat jadi life partner untuk para pendatang baru ataupun advance, dalam penuhi bermacam kebutuhan hidup lewat aset serta investasi.” imbuh Dondi.

Lewat kampanye#investasibukanpunyaorangkayasaja#investasipunyasemuaorang, Made Adi Wibawa melaporkan grupnya mau menampilkan kalau investasi dapat buat siapa saja serta mengajak mengawali investasi secepat bisa jadi.

The End

TerPopuler