Made Adi Wibawa Bawa Narada Lakukan Beragam Aksi Nyata di Masyarakat
Presiden Komisaris
Narada Aset Manajemen, Made Adi Wibawa melakukan beragam aksi nyata bersama jajarannya untuk mengedukasi masyarakat mengenai investasi, khususnya reksadana.
Salah satu kegiatannya adalah mengeluarkan program edukasi untuk millenial dengan topik
investasi di reksadana. Melalui perusahaannya Narada Aset Manajemen, Made Adi
Wibawa memberikan
dukung penuh untuk kegiatan yang diadakan jajarannya melalui acara Tomorrow Today Fun(d) Festival yang
tahun 2018 lalu sukses digelar di Jakarta.
Menurut Made Adi
Wibawa, negara yang memiliki populasi besar seperti Indonesia memiliki kesempatan
untuk maju jika masyarakatnya melek berinvestasi. Untuk itu, pihaknya merasa
bahwa investasi itu harus terus di kumandangkan ke masyarakat oleh aset
management bersama-sama sehingga makin banyak yang berinvestasi.
Dikala ini
kalangan millenial- sebutan buat para generasi muda masa 2000- an ialah segmen
umur yang sangat potensial buat diajak memikirkan masa depan. Diharapkan dengan
bimbingan yang pas, kelompok umur ini hendak mulai mempersiapkan masa depannya
dengan lebih terencana serta didukung oleh kemandirian ekonomi melalui
investasi semenjak dini.
Pada kegiatan
Tomorrow Today Fun( d) Festival Desember 2018 silam, Narada Aset Manajemen menerima penghargaan MURI atas prestasinya yang sudah sukses mengajak
serta mengumpulkan ribuan pendaftar reksadana dalam satu hari, spesialnya para
milenial, dari banyak kota di Indonesia serta apalagi dari luar negara.
Penghargaan
dikasih oleh Founder serta Pimpinan Universal MURI, Ayah Jaya Suprana serta
diterima oleh Presiden Direktur Narada Peninggalan Manajemen, Oktavian Dondi
serta disaksikan oleh 3 perwakilan generasi milenial sukses, Founder Kopi
Kenangan- Edward Tirtanata, Founder Si Pisang- Kaesang Pengarep, CMO Fabelio-
Aditya Jamaludin yang pula mempunyai visi yang sama buat mengajak kalangan
milenial mulai berinvestasi.
Presiden Direktur
PT Narada Peninggalan Manajemen, Oktavian Dondi berkata,“ Penerimaan MURI di
kegiatan Tomorrow Today ini ialah titik dini untuk Narada buat mengajak warga
spesialnya generasi milenial buat mulai memikirkan masa depan dari saat ini
serta berinvestasi salah satunya dengan reksadana.
Investasi
reksadana bukan sesuatu yang susah dicoba. Saat ini, tiap orang dapat mengawali
investasi reksadana dengan dana yang terjangkau cuma dengan 10 ribu rupiah
saja, tetapi dapat memperoleh hasil investasi yang sama seperti nasabah
prioritas.”
Lebih lanjut
Oktavian Dondi meningkatkan,“ Oleh sebab itu di hari yang sama pula kami pula
menghadirkan hastag kami
ialah:#InvestasiBukanPunyaOrangKayaSaja,#InvestasiPunyaSemuaOrang.
Dengan harapan ini
hendak merubah paradigma warga universal yang berpikir sebelumnya investasi
buat orang kaya saja tetapi jadi Investasi kepunyaan seluruh orang.
Sehingga hendak menggerakkan
orang banyak buat mulai berinvestasi.”
Bagaikan langkah
dini dari inisiatif ini, merupakan tingkatkan awareness menimpa berartinya
investasi semenjak dini untuk milenial, PT Narada Aset Manajemen bersama
dengan Sorak Gemilang Entertainment (SGE)
bekerja sama mengadakan Tomorrow Today Fun (d) Festival– kegiatan bimbingan finansial yang
dikemas dengan musik serta art.
Narada Aset Manajemen memandang butuh buat senantiasa fokus serta berorientasi pada jangka
panjang dengan mulai mengedukasi market yang lumayan potensial semacam kalangan
umur anak muda sampai berusia. Karena bagi informasi BPS pada 2018, jumlah
generasi millenial berumur 20- 35 tahun menggapai 63, 4 juta jiwa dari 179, 1
juta jiwa umur produktif. Inilah bonus demografi Indonesia dimana pada 2030
nanti diperkirakan 70% penduduk Indonesia masuk dalam jenis umur produktif.
Bila investasi
dapat dikenalkan semenjak dini, hingga kemampuan ke depannya ekonomi warga
Indonesia hendak lebih terencana paling utama dengan kian tingginya literasi
ekonomi di warga. Buat seperti itu, Narada Aset Manajemen merancang buat
terus mengawal program bimbingan investasi reksadana ini supaya strategi
industri dapat dicapai dengan optimal sekalian dapat turut berkontribusi pada
pembelajaran ekonomi warga Indonesia.
Made Adi Wibawa: Investasi Bukan Memiliki Orang Kaya Saja
Tidak salah bila Narada Aset Manajemen, industri yang bergerak di
zona manajemen investasi, mengkampanyekan slogan" Investasi Bukan Memiliki
Orang Kaya Saja". Karena dikala ini Narada Aset Manajemen
menawarkan bahan- bahan investasi spesialnya reksadana yang dapat didapatkan
oleh segala susunan warga dari bermacam golongan mulai dari 10 ribu rupiah
saja.
Bagi Komisaris Utama Narada Aset Manajemen, Made Adi Wibawa,
kampanye yang dicoba oleh Narada ini merupakan suatu upaya buat mengajak segala
warga supaya lebih siuman hendak berartinya berinvestasi. Bidikan paling tinggi
dari program ini merupakan generasi millenial yang populasinya bagaikan umur
produktif diprediksi hendak menggapai 70% pada 2030 mendatang (sumber: BPS).
Bimbingan kepada kelompok millenial dibutuhkan supaya mereka dapat lebih
bijak dalam mengelola keuangan mereka, dimana ke depannya perihal ini hendak
berakibat lumayan signifikan dikala mereka merambah umur produktif dimana
perencanaan serta pengelolaan keuangan jadi sangat berarti.
Sepanjang ini, orang berpikiran kalau terminologi Investasi cuma jadi
kepunyaan orang yang berduit semata. Saat ini cuma dengan 10 ribu rupiah saja,
seluruh orang dapat berinvestasi.
Lebih lanjut Made Adi Wibawa berkata, Revolusi Industry 4. 0 sudah
mengganti metode bertransaksi, dari off line ke online transaction, tercantum
di industri financial. Salah satunya merupakan sikap berinvestasi. Tengoklah,
bertransaksi dampak ataupun Reksa Dana bisa dicoba secara online.
Narada Asset Management memandang tantangan ini bagaikan kesempatan buat
membentuk suatu resep yang bisa menolong investor dalam berinvestasi, sekalian
bertransformasi mengalami masa industry 4. 0.
Tidak hanya itu, Narada pula bekerja sama dengan Regu Pengurus PKK
Kotamadya Jakarta
Barat serta QM Finansial mengadakan program literasi keuangan yang
dikemas spesial buat serta dari perspektif wanita bagaikan manager investasi
keluarga. Bagi Made Adi Wibawa, Narada Aset Manajemen mulai berupaya
melaksanakan investasi ke para wanita sebab wanita memegang peranan berarti
dikeluarga serta area dekat.
Tidak hanya itu, aktivitas ini pula ialah bentuk nyata Narada
Aset Manajemen buat ikut aktif dalam program literasi serta inklusi
keuangan yang jadi prioritas OJK, spesialnya buat para wanita bagaikan
pengelola keuangan keluarga serta critical economic players di lanskap ekonomi
nasional.
" Peranan wanita begitu luar biasa serta bermacam- macam. Mulai
dari manajer keuangan di keluarga, bagaikan enterprenuer, sampai jadi pemimpin
di suatu industri. Seluruhnya wajib dimulai dari pengetahuan hendak pengelolaan
keuangan yang baik. Seperti itu alibi kami menginisiasi Pelatihan Bunda Pintar
Keuangan,” ucap Oktavian Dondi, CEO Narada Peninggalan Manajemen.
Hingga, slogan Investasi Bukan Memiliki Orang Kaya Saja tidak lagi hanya
suatu slogan semata. Langkah nyata dicoba oleh Narada Peninggalan Manajemen
dengan menggalang bermacam program yang mendekatkan antara warga dengan
Investasi spesialnya Investasi Reksadana.
Kalangan wanita, spesialnya ibu-ibu, mempunyai kedudukan yang lumayan
berarti dalam keluarga serta area. Karenanya, berarti pula untuk kalangan
ibu-ibu buat mempunyai literasi keuangan serta investasi yang mencukupi.
Perihal ini disadari seluruhnya oleh industri investasi terkemuka di Indonesia,
Narada Peninggalan Manajemen.
Bagi Presiden Komisarisnya, Made Adi Wibawa, Narada mulai berupaya
melaksanakan investasi ke para wanita sebab wanita memegang peranan berarti
dikeluarga serta area dekat. Salah satu aktivitas yang sudah diawali merupakan
dengan bekerja sama dengan Regu Pengurus PKK Kotamadya Jakarta Barat serta QM
Finansial mengadakan program literasi keuangan yang dikemas spesial buat serta
dari perspektif wanita bagaikan manager investasi keluarga.
Aktivitas bertemakan" Pelatihan Bunda Pintar Keuangan"
tersebut diadakan sejauh Agustus- September 2019 silam. Tujuan kegiatan
tersebut merupakan buat menghasilkan duta- duta investasi serta literasi
keuangan hingga ke tingkatan RW dimana keberhasilan program hendak dinilai
dalam suatu kompetisi dimana tiap kader PKK harus menyebarkan modul tentang
pengelolaan keuangan minimun 1 kali ke sangat sedikit ke 10 orang setelah itu
hendak ditutup dengan Lomba Pintar Teliti di akhir periode.
Dikala ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah gencar menggandeng pelakon
usaha jasa keuangan buat mendesak literasi serta inklusi keuangan yang
bertujuan tingkatkan uraian warga Indonesia tentang dasar- dasar pengelolaan
keuangan serta berartinya pengelolaan keuangan yang baik.
Sampai akhir tahun 2019, pemerintah menargetkan tingkatan inklusi
keuangan di warga menggapai 75%. Sasaran tersebut jadi bagian dari Strategi
Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres)
Nomor. 82 Tahun 2016.
Literasi serta inklusi ini mencakup berartinya menabung serta
berinvestasi, pengenalan bermacam produk serta instrumen keuangan, pula
memahami resiko serta imbal hasil produk keuangan, sampai literasi hak- hak
konsumen. Bagi OJK, pengetahuan yang baik tentang keuangan jadi kunci kenaikan
kesejahteraan warga secara makro serta dalam jangka panjang bisa menggerakkan
roda perekonomian nasional.
Bagi survei nasional OJK di tahun 2016 tingkatan literasi serta inklusi
wanita Indonesia cuma menggapai 22,5% serta 66,2%, lebih rendah dibanding
dengan tingkatan literasi serta inklusi pria di angka 33,2% serta 69,6%.
Tadinya, Anggota Dewan Komisioner Bidang Literasi serta Proteksi OJK,
Tirta Segara berkata kalau literasi serta inklusi keuangan di golongan wanita
wajib terus ditingkatkan sebab wanita mempunyai kedudukan berarti (critical
economic players) bagaikan pihak yang memastikan prioritas serta mengelola
keuangan keluarga.
Made Adi Wibawa meningkatkan, kalau program ini merupakan program jangka
panjang yang hendak dicoba secara berkesinambungan oleh perusahaannya.
" Kita awali di Jakarta Barat, selanjutnya kami berencana buat
mengadakan pelatihan seragam di daerah Jakarta yang lain. Visi kami, roadshow
pelatihan Bunda Pintar Keuangan dari Narada Peninggalan Manajemen ini bisa
menjangkau lebih banyak wanita Indonesia," tambahnya.
Pimpinan TP PKK Kotamadya Jakarta Barat, Inad Luciawaty Rustam yang
muncul dalam aktivitas tersebut menuturkan kalau benar wanita merupakan manajer
investasi di tingkatan kelompok warga terkecil, ialah keluarga sehingga
peranannya amat berarti buat membenarkan kesinambungan keuangan yang pastinya
hendak berakibat pada kesejahteraan keluarga.
"Kalangan ibu-ibu sangat luar biasa. Pengelola keuangan andal
keluarga mulai dari hal- hal yang sangat simpel semacam menu santapan serta
budget belanja ke pasar, literasi buat kanak-kanak, mengendalikan
cicilan-cicilan buat keperluan rumah tangga, sampai investasi yang lebih
besar." Ucap Inad
Dia berkata kalau grupnya amat bahagia bisa bekerja sama dengan Narada
Peninggalan Manajemen dalam menyelenggarakan program literasi serta inklusi
buat ibu- ibu PKK Jakarta Barat. Besar harapannya supaya ilmu yang diperoleh
bisa berguna lebih luas di komunitas PKK Jakarta Barat serta di wilayah-
wilayah lain di Jakarta serta Indonesia.
" Terima kasih buat Narada sebab hari ini kita difasilitasi buat
mendapatkan ilmu yang luar biasa yang hendak menolong kita buat mengelola
keuangan, baik itu di keluarga ataupun buat usaha ibu- ibu sekaligus dengan
lebih andal serta baik." tutup Inad yang pula ialah istri dari Walikota
Jakarta Barat, Rustam Effendi.
Narada Memasang Target 1000 Investor Baru Per Bulan.
Industri Manajer Investasi Narada Asset Management menargetkan dapat
mencapai 1.000 investor baru tiap bulannya melalui produk reksa dana terkini
mereka ialah Narada Milenesia Cash Fund.
Produk Reksadana Pasar Duit diyakini lumayan setimpal untuk investor
baru ataupun pendatang baru yang belum sempat berinvestasi tadinya, paling
utama buat investasi jangka pendek.
Bagi Komisaris Utama Narada Aset Manajemen, Made Adi Wibawa,
Investasi wajib terus di kumandangkan ke warga oleh Aset management
bersama- sama sehingga kian banyak yang berinvestasi.
" Kami targetkan 1.000 investor masing- masing bulannya buat produk
ini. Serta target utamanya memanglah milenial yang baru awal kali berupaya
investasi," ucapnya di Jakarta.
Alasannya, reksa dana Pasar Duit merupakan reksadana dengan tingkatan
resiko sangat rendah dibandingkan dengan tipe reksadana yang lain tetapi
senantiasa membagikan imbal hasil yang lebih besar dibandingkan dengan
deposito.
Bagi CEO Narada Aset Manajemen Oktavian Dondi, sepanjang ini
investor di Narada memanglah pula mayoritas retail dibanding industri, dengan
perbandingan 90 persen retail serta 10 persen industri. Sebab itu, ia
optimistis sasaran tersebut tercapai dengan mengandalkan penjualan ritel,
terlebih reksa dana ini cenderung nilai investasinya lumayan rendah.
Reksa dana Pasar Duit bukan ialah objek pajak sehingga tidak terdapat
pemotongan bayaran. Investasi di Reksadana Pasar Duit bisa diawali dari jumlah
yang kecil ialah Rp 10.000, 00. Tidak terdapat perbandingan return antara mulai
dengan jumlah kecil ataupun besar. Reksadana Pasar Duit pula sangat fleksibel
dimana dana bisa diambil sewaktu- waktu tanpa terdapat tenor ataupun jangka waktu.
Lebih lanjut Made Adi Wibawa berkata, grupnya menempuh banyak aktivitas
yang bersinergi dengan aktivitas yang lain. Salah satunya merupakan melalui
sinergi bersama Sorak Gemilang Entertainment (SGE) yang mengadakan pameran
instalasi seni digital berjudul TeamLab Future Park yang diadakan di Gandaria
City, Jakarta. Narada sediakan financial booth di zona teamLab Future Park
serta warga bisa mengawali investasi Narada Milenesia Cash Fund di financial
booth tersebut.
" Aktivitas ini ialah bagian dari komitmen kami buat jadi life
partner untuk para pendatang baru ataupun advance, dalam penuhi bermacam
kebutuhan hidup lewat aset serta investasi.” imbuh Dondi.
Lewat
kampanye#investasibukanpunyaorangkayasaja#investasipunyasemuaorang, Made Adi
Wibawa melaporkan grupnya mau menampilkan kalau investasi dapat buat siapa saja
serta mengajak mengawali investasi secepat bisa jadi.
The End
